SUKABUMI — Forum Komunikasi Masyarakat Gunung Salak (FKMGS) bergerak cepat meninjau lokasi longsor di Kampung Kuta Lebak RT 02/01, Desa Kuta Jaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Kamis (28/5/2026).
Longsor yang terjadi akibat hujan deras tersebut diketahui berlangsung pada Minggu, 24 Mei 2026 sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kondisi tanah di lokasi masih dinilai rawan terjadi longsor susulan.
Ketua Umum FKMGS, Haidin Deni Suryadi atau yang akrab disapa Daeng, langsung turun ke lokasi bersama anggota dan warga setempat untuk melakukan peninjauan sekaligus aksi penghijauan.
Dalam kegiatan itu, FKMGS menyerahkan bantuan bibit pohon mahoni dan kemiri sebagai langkah awal pencegahan longsor susulan melalui penghijauan kawasan rawan bencana.
“Kami langsung bergerak. Walaupun dengan keterbatasan, kami tidak menunggu program ataupun proposal. Karena kami murni penggiat lingkungan dan binaan Kementerian Lingkungan Hidup,” ujar Daeng di lokasi.
Sebanyak 20 bibit mahoni ditanam secara gotong royong oleh anggota FKMGS bersama masyarakat setempat menggunakan peralatan sederhana.
Sementara itu, Ketua RT setempat menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada FKMGS atas kepeduliannya terhadap warga terdampak longsor.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada FKMGS atas partisipasinya. Beliau selaku ketua ikut serta dalam penanaman untuk pencegahan longsor. Saya mewakili warga masyarakat sangat berterima kasih,” ungkapnya.
Menurut Daeng, penghijauan menjadi bagian penting dalam menjaga kestabilan tanah di kawasan perbukitan dan daerah rawan bencana.
“Kami akan fokus memantau wilayah ini selama satu minggu ke depan. Pohon-pohon yang sebelumnya ditanam juga akan terus dirawat bersama warga dan anggota FKMGS,” katanya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi dapat memberikan perhatian lebih terhadap masyarakat terdampak longsor sekaligus mendukung gerakan pelestarian lingkungan yang dilakukan komunitas masyarakat.
Daeng juga mengapresiasi kekompakan warga Kampung Kuta Lebak yang dinilai memiliki semangat gotong royong tinggi saat menghadapi bencana.
“Kami bangga dengan masyarakat di sini. Mereka sangat solid. Begitu ada kejadian, warga langsung menghubungi kami dan kami segera turun ke lapangan,” ujarnya.
FKMGS pun mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Kalau kita menjaga alam, maka alam juga akan menjaga kita. Ini tanggung jawab bersama,” tutup Daeng.
Penulis: Boy
Editor: Lingkarmedia. Net
