SUKABUMI – Camat Cikidang bersama unsur Satpol PP, P2BK, dan pengelola dapur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Selasa (12/5/2026), menyusul adanya aduan masyarakat yang viral di media sosial.
Dalam sidak tersebut, petugas menemukan sejumlah persoalan yang dinilai tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), terutama terkait sanitasi dan pengelolaan limbah.
Temuan paling krusial adalah tidak tersedianya instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan septic tank yang layak. Di lokasi, petugas hanya mendapati lubang kecil dan dangkal yang digunakan sebagai penampungan limbah dapur.
Akibat kondisi tersebut, air limbah dari area pencucian dan pengolahan makanan kerap meluap dan mengalir kembali ke dalam dapur.
“Kalau pembuangan ini meluap, airnya masuk lagi ke dapur. Akibatnya area pengolahan sering banjir dan menimbulkan bau tidak sedap,” ujar salah seorang petugas di lokasi.
Sembilan Temuan Pelanggaran
Selain persoalan limbah, tim sidak mencatat sedikitnya sembilan temuan yang harus segera dibenahi oleh pengelola dapur MBG, yakni:
Tidak tersedia IPAL.
Kamar mandi berada di luar bangunan utama.
Gudang penyimpanan kardus dalam kondisi berantakan.
Instalasi kabel listrik dinilai membahayakan.
Air bekas cucian ompreng dibuang langsung ke jalan.
Lantai dapur licin.
Pakaian karyawan digantung sembarangan.
Sebagian besar tenaga kerja berasal dari luar daerah.
Sampah berserakan di sejumlah titik.
Selain itu, ruang kantor dapur juga disebut belum dilengkapi pendingin ruangan (AC).
Tindak Lanjut Aduan Warga
Sidak ini merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang menyoroti kondisi dapur MBG Cikidang. Dalam kegiatan tersebut hadir Camat Cikidang, Kepala Dapur MBG, anggota Satpol PP, serta petugas P2BK.
Pemerintah kecamatan meminta seluruh temuan segera diperbaiki agar operasional dapur memenuhi standar kebersihan, keamanan, dan kesehatan lingkungan.
Sanitasi Jadi Sorotan
Ketiadaan sistem pengolahan limbah menjadi perhatian utama karena berpotensi mencemari lingkungan sekaligus mengganggu proses pengolahan makanan.
Jika tidak segera dibenahi, kondisi ini dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas makanan yang diproduksi serta menimbulkan risiko kesehatan bagi para penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis.
Pihak kecamatan dan instansi terkait akan melakukan pemantauan lanjutan untuk memastikan seluruh rekomendasi perbaikan dijalankan oleh pengelola dapur.
Penulis. Ujang 0con
Editor.Boy
.jpg)