• Jelajahi

    Copyright © Lingkar Media
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Seren Taun 1448 Hijriah di Kasepuhan Girijaya, Wujud Syukur dan Komitmen Menjaga Warisan Leluhur

    Senin, 6/29/2026 03:44:00 AM WIB Last Updated 2026-06-29T10:44:53Z




    Sukabumi – Masyarakat adat Kasepuhan Girijaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, akan menggelar tradisi budaya Seren Taun, Nampa Taun, Mapag Taun dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Kegiatan yang sarat nilai budaya dan spiritual ini menjadi momentum penting untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil bumi sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga warisan adat Sunda.Senin ( 29/6/2026 )


    Mengusung tema "Miindung Ka Waktu, Mibapa Ka Zaman, Pikeun Ngaruwat, Ngarawat, Ngarumat Tutundan Karuhun Tipayun", Seren Taun tahun ini menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian nilai-nilai leluhur dengan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman.


    Rangkaian acara dipusatkan di Kasepuhan Girijaya dan akan diisi dengan berbagai prosesi adat, doa bersama, penyerahan hasil panen, serta pertunjukan seni dan budaya khas Sunda yang menjadi identitas masyarakat adat setempat.


    Kepala Desa Girijaya, Dindin Saripudin, menyampaikan bahwa Seren Taun bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah mewariskan nilai gotong royong, kearifan lokal, serta kepedulian terhadap kelestarian alam.


    "Melalui Seren Taun, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga budaya, memperkuat persatuan, dan melestarikan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan secara turun-temurun," ujarnya.


    Acara tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai unsur pemerintahan, tokoh adat, aparat keamanan, tokoh masyarakat, hingga generasi muda. Kehadiran berbagai pihak diharapkan semakin memperkuat sinergi dalam menjaga eksistensi budaya lokal sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional.


    Seren Taun Kasepuhan Girijaya menjadi salah satu tradisi budaya yang tidak hanya memiliki makna religius dan sosial, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya di Kabupaten Sukabumi. Melalui penyelenggaraan yang konsisten setiap tahun, tradisi ini diharapkan terus hidup dan menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang, sekaligus memperkokoh identitas budaya Indonesia di tengah arus modernisasi.


    Penulis:Boy

    Editor: Lingkarmedia.Net

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini