• Jelajahi

    Copyright © Lingkar Media
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Gadaikan SK untuk Pendidikan, Polisi Sukabumi Kini Bangun Pesantren Mobile

    Rabu, 10/07/2026 05:33:00 PM WIB Last Updated 2026-10-08T00:43:43Z

    SUKABUMI, Bagi Brigadir Akka Mahpudin, menjadi polisi bukan sekadar menjalankan tugas menjaga keamanan. Di luar seragamnya sebagai Bhabinkamtibmas Polsek Cisolok, ia memilih mengabdikan diri melalui pendidikan.


    Demi membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu, Akka pernah menyisihkan gajinya dan bahkan menjaminkan Surat Keputusan (SK) dinasnya ke bank untuk mendirikan sekolah kejuruan gratis. Kini, kepeduliannya kembali diwujudkan melalui pendirian Pondok Pesantren Nusantara dengan program “Pesantren Mobile” di Kabupaten Sukabumi.


    Pondok pesantren di bawah naungan Yayasan Satyanatha tersebut diresmikan bersamaan dengan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Darul Iman oleh Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi di Kecamatan Cisolok, Rabu (7/10/2026).


    Dari sekolah gratis hingga pesantren


    Perjalanan Akka dalam membantu dunia pendidikan bukanlah hal baru.


    Saat masih berpangkat Briptu, ia menyisihkan sebagian penghasilannya sejak dilantik menjadi anggota Polri pada 2014. Tak berhenti di situ, ia berani menjaminkan SK dinasnya ke bank untuk mendukung pendirian SMK Bhayangkara di Kampung Pamugaran.


    Sekolah tersebut diperuntukkan bagi anak yatim piatu dan keluarga dhuafa.


    Akka bersama para guru bahkan turun langsung ke pelosok kampung untuk mencari dan menjemput anak-anak yang putus sekolah agar kembali mendapatkan kesempatan belajar.


    Kiprahnya tersebut sempat mendapat perhatian publik. Nama Akka bahkan diusulkan dalam Hoegeng Awards 2022, sebuah penghargaan yang menyoroti sosok-sosok berintegritas dan berdedikasi di lingkungan Polri.


    Kini, perhatian Akka diarahkan pada pendidikan keagamaan.


    Ia melihat masih ada keluarga yang kesulitan mengirimkan anaknya ke pondok pesantren karena keterbatasan ekonomi maupun jarak.


    “Kita ketahui bersama permasalahannya, tidak setiap orang tua bisa menyekolahkan atau mendidik anaknya ke pondok pesantren. Dari permasalahan tersebut muncul gagasan pendirian Pondok Pesantren Nusantara dengan program Pesantren Mobile,” ujar Akka, Rabu (7/10/2026).


    Guru mendatangi sekolah


    Konsep Pesantren Mobile dirancang berbeda dari pola pendidikan pesantren pada umumnya.


    Jika selama ini santri harus datang ke pondok, melalui program tersebut justru pengajar yang akan mendatangi sekolah-sekolah umum secara terjadwal untuk memberikan pembelajaran agama.


    Selain pembelajaran tatap muka, santri juga akan mendapatkan materi melalui sistem daring yang disiapkan melalui website resmi Pondok Pesantren Nusantara.


    “Metode pembelajaran lain salah satunya dengan daring atau online. Kita membuat satu website yang bisa diakses oleh santri atau santriwati yang nantinya menjadi santri di Pondok Pesantren Nusantara,” kata Akka.


    Agar kegiatan tidak mengganggu proses belajar mengajar, pengelola pesantren menggandeng guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah masing-masing.“Di setiap sekolah otomatis sudah ada guru PAI. Ke depannya kita perbantukan guru tersebut menjadi koordinator dari pondok pesantren kita,” ujarnya.


    Program tersebut ditargetkan menjangkau puluhan sekolah di Kecamatan Cisolok, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA/SMK.


    Tercatat terdapat lebih dari 40 SD, sekitar 20 SMP, serta tujuh SMA/SMK yang menjadi sasaran pengembangan program tersebut.Meski mengusung konsep mobile dan pembelajaran digital, para peserta didik tetap akan mendapatkan legalitas dari lembaga pesantren.


    Polisi hadir melalui pendidikan


    Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi mengapresiasi langkah yang dilakukan anggotanya tersebut.


    Menurut Benny, gagasan Akka menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran polisi di tengah masyarakat, bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga ikut menjawab persoalan sosial dan pendidikan.


    “Yang jelas ini adalah salah satu bukti nyata dengan kepemimpinan Pak Kapolri, polisi bersama masyarakat. Hari ini dibuktikan dengan kegiatan yang dilakukan oleh anggota kami, Pak Akka,” kata Benny.


    Menurut dia, kepedulian Akka terhadap masyarakat tidak berhenti setelah mendirikan sekolah gratis.


    “Niatan yang baik diawali dengan pembangunan sekolah gratis untuk masyarakat, dan tidak berhenti di situ juga. Pasca meningkatkan kebersamaan masyarakat, salah satunya dengan memberikan fasilitas pesantren. Kami berusaha untuk tetap selalu hadir bersama masyarakat,” ujarnya.


    Dari sebuah SK dinas yang dijaminkan hingga lahirnya sekolah gratis, pengabdian Akka kini berlanjut melalui Pesantren Mobile.


    Bagi Akka, pendidikan menjadi salah satu jalan untuk membuka kesempatan bagi anak-anak Sukabumi agar memiliki masa depan yang lebih baik.


    Reporter:Iim Kaspiana. S. Pd.I

    Editor:Lingkarmedia.Net

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini