SUKABUMI – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang tengah berlangsung di SMP Terpadu Al-Aziziyah, Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, mendapat dukungan penuh dari pihak yayasan, sekolah, komite, serta masyarakat sekitar. Program yang didanai melalui APBN Tahun 2026 dengan nilai bantuan mencapai Rp 2.101.739.000 tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana pendidikan dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih representatif.
Ketua Yayasan SMP Terpadu Al-Aziziyah menyampaikan bahwa sejak dimulainya program revitalisasi, seluruh proses berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun. Dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat, menjadi faktor penting dalam kelancaran pelaksanaan pembangunan.
"Alhamdulillah program revitalisasi ini mendapatkan dukungan penuh dari semua pihak. Baik dari yayasan, sekolah, pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat yang secara berkala melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan," ujarnya.
Menurutnya, pengawasan dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat harian, mingguan, hingga bulanan. Setiap tahapan pekerjaan wajib dilaporkan secara rinci dan disesuaikan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang nantinya akan dipertanggungjawabkan melalui laporan resmi pelaksanaan kegiatan.
Pihak sekolah dan yayasan juga berkomitmen menyelesaikan pembangunan sesuai target waktu yang telah ditetapkan, yakni selama 120 hari kalender, tanpa mengurangi spesifikasi teknis yang telah direncanakan.
"Kami berupaya menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan tetap menjaga kualitas sesuai spesifikasi yang telah ditentukan. Ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab," katanya.
Program revitalisasi tersebut tidak hanya menghadirkan rehabilitasi ruang belajar, tetapi juga pembangunan sejumlah fasilitas baru yang selama ini menjadi kebutuhan sekolah. Di antaranya pembangunan gedung perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium IPA, rehabilitasi empat ruang kelas, serta perbaikan empat unit fasilitas sanitasi atau WC sekolah.
Keberadaan fasilitas baru tersebut dinilai akan memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran siswa. Kehadiran laboratorium komputer dan laboratorium IPA, misalnya, diharapkan mampu menunjang peningkatan kualitas pendidikan berbasis teknologi dan praktik ilmiah di lingkungan sekolah.
Meski demikian, pihak yayasan berharap perhatian pemerintah terhadap pengembangan fasilitas pendidikan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Kebutuhan penunjang seperti peralatan laboratorium IPA, perangkat komputer, dan sarana pembelajaran lainnya masih menjadi harapan yang ingin diwujudkan pada masa mendatang.
"Kami bersyukur mebeler dan fasilitas dasar sudah masuk dalam program revitalisasi. Namun ke depan kami berharap ada dukungan tambahan berupa perlengkapan laboratorium, komputer, dan kebutuhan penunjang lainnya agar fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan secara maksimal," ungkapnya.
Lebih jauh, revitalisasi SMP Terpadu Al-Aziziyah dipandang sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Sukabumi. Dengan sarana yang semakin memadai, sekolah diharapkan mampu mencetak generasi yang lebih kompetitif dan siap menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Di tengah proses pembangunan yang masih berlangsung, dukungan masyarakat terus mengalir. Pengawasan dari komite sekolah, wali murid, dan tokoh masyarakat setempat disebut menjadi bagian penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, yayasan, sekolah, dan masyarakat, revitalisasi SMP Terpadu Al-Aziziyah diharapkan menjadi contoh keberhasilan pembangunan sektor pendidikan yang tidak hanya menghadirkan bangunan baru, tetapi juga membuka peluang lahirnya kualitas pendidikan yang lebih baik bagi generasi mendatang di Kabupaten Sukabumi.
Penulis: Boy
Editor:Lingkar media. Net
.jpg)