• Jelajahi

    Copyright © Lingkar Media
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Revitalisasi SMP Islam Ciherang Disorot, Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Teknis

    Kamis, 5/21/2026 08:40:00 AM WIB Last Updated 2026-05-21T15:41:04Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Kab. Sukabumi – Pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 di SMP Islam Ciherang, Kampung Ciherang RT 008/005, Desa Cikarae Thoyyibah, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan setelah muncul dugaan adanya pekerjaan konstruksi yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.


    Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, kegiatan ini merupakan bagian dari program Direktorat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.Kamis ( 21/5/2026 )


    Nilai anggaran proyek tersebut tercatat sebesar Rp1.557.779.000, bersumber dari APBN Tahun 2026, dengan waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender, terhitung sejak 1 Mei hingga 31 Agustus 2026.


    Dugaan Ketidaksesuaian Material

    Dari hasil pantauan di lokasi, struktur kolom dan tiang bangunan diduga menggunakan besi tulangan berdiameter 8 mm. Padahal, untuk bangunan fasilitas pendidikan, penggunaan material struktur semestinya mengacu secara ketat pada gambar kerja dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.


    Selain itu, pekerjaan dinding menggunakan material bata ringan (hebel) yang juga harus didukung oleh struktur kolom, sloof, dan ring balok yang sesuai standar agar kekuatan bangunan tetap terjamin.

    Jika dugaan tersebut benar, maka kualitas konstruksi patut dipertanyakan, mengingat bangunan sekolah harus memenuhi standar keamanan yang tinggi.


    Bangunan Sekolah Harus Mengutamakan Mutu

    Proyek revitalisasi sekolah bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, mutu pekerjaan harus menjadi prioritas utama.


    Setiap komponen struktur harus dikerjakan sesuai spesifikasi agar bangunan kokoh, aman, dan memiliki umur teknis yang panjang.

    Perlu Evaluasi dan Pengawasan Menyeluruh

    Dengan nilai proyek yang mencapai lebih dari Rp1,5 miliar, pelaksanaan pekerjaan seharusnya dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan teknis.


    Pihak pelaksana, konsultan pengawas, dan instansi terkait perlu memastikan bahwa seluruh pekerjaan benar-benar sesuai dengan dokumen perencanaan dan standar konstruksi yang berlaku.

    Dana Pendidikan Harus Tepat Sasaran


    Anggaran pendidikan yang bersumber dari APBN merupakan uang negara yang harus digunakan secara bertanggung jawab. Setiap indikasi ketidaksesuaian spesifikasi wajib ditindaklanjuti agar hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi dunia pendidikan.


    Sekolah yang dibangun dengan dana negara harus berdiri kokoh, aman, dan bermutu. Sebab dari ruang kelas yang kuat, lahir generasi yang hebat.



    Reporter:Ujang Ocon

    Editor:Lm


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini