Bogor — Potret memprihatinkan kembali terlihat di Kabupaten Bogor. Sebuah rumah tidak layak huni milik M. Salman, warga Kampung Cukanggaleh RT 01 RW 08, Desa Cisalada, Kecamatan Cigombong, hingga kini belum juga tersentuh bantuan pemerintah, meski kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan penghuninya, Jumat (15/05/2026).
Rumah yang telah ditempati selama bertahun-tahun itu tampak nyaris roboh. Atap yang bocor, dinding lapuk, serta struktur bangunan yang rapuh menjadi ancaman nyata bagi keluarga yang tinggal di dalamnya. Saat hujan turun, air masuk dari berbagai sudut rumah. Kondisi tersebut membuat penghuni hidup dalam rasa cemas setiap hari.
Ironisnya, di tengah berbagai program bantuan sosial dan perbaikan rumah tidak layak huni yang terus digulirkan pemerintah, rumah M. Salman justru belum pernah mendapatkan bantuan apa pun. Hingga saat ini, belum ada tindakan nyata dari pihak terkait untuk meninjau ataupun memperbaiki kondisi rumah tersebut.
“Harapan kami sederhana, hanya ingin memiliki tempat tinggal yang aman dan layak untuk dihuni,” ungkap M. Salman dengan penuh harap.
Warga sekitar pun turut menyuarakan keprihatinan. Mereka meminta pemerintah desa, kecamatan, hingga instansi terkait di Kabupaten Bogor untuk tidak menutup mata terhadap kondisi warga yang benar-benar membutuhkan perhatian.
Masyarakat menilai, rumah M. Salman sudah sangat layak menjadi prioritas penerima program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Jika tidak segera ditangani, bangunan tersebut dikhawatirkan ambruk sewaktu-waktu dan dapat membahayakan nyawa penghuninya.
Kini, M. Salman hanya bisa berharap ada kepedulian nyata dari pemerintah. Sebab, setiap warga negara berhak mendapatkan tempat tinggal yang layak, aman, dan manusiawi sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi.
Timred
