BOGOR, 15 Mei 2026 – Kekhawatiran mendalam dirasakan warga Kampung Dukuh Menteng RT 01/08, wilayah Desa Pasir Erih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Selama empat tahun terakhir, mereka terus melaporkan kondisi daerahnya yang dinilai sangat rawan bencana banjir bandang. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut nyata maupun tanggapan berarti dari Pemerintah Desa Pasir Erih. Janji pembangunan benteng penahan air yang disampaikan sejak awal tahun pun belum terealisasi, memicu kekecewaan warga yang kini menuntut bukti kerja nyata, bukan sekadar dokumentasi kegiatan.
Saat ditemui awak media, seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekecewaannya. Ia menilai belum ada perhatian serius dari pihak desa, padahal ancaman bahaya sudah sangat dekat dan mengancam keselamatan pemukiman warga.
"Sudah empat tahun kami lapor, banyak rumah kondisinya memprihatinkan, tapi belum ada respon, belum ada pengecekan atau pengawasan sama sekali ke sini. Kami mempertanyakan kepada Pemerintah Desa Pasir Erih, kapan hal ini direalisasikan? Jangan hanya foto-foto saja, kami butuh bukti nyata. Kami sangat takut jika nanti sampai ada korban jiwa akibat kelalaian ini," tegasnya.
Karena tidak mendapat bantuan dari pihak berwenang, warga terpaksa bergerak sendiri demi menyelamatkan rumah dan lingkungannya. Mereka mengeluarkan biaya pribadi, bahkan ada yang sampai menjual hewan ternak hanya untuk membuat tanggul penahan tanah yang bersifat sementara.
"Banyak rumah kami berada tepat di pinggir kali. Karena tidak ada bantuan, kami berusaha sendiri. Ada warga yang sampai menjual 3 ekor kambing hanya untuk biaya membuat benteng sederhana, supaya tanah tidak semakin terkikis air. Tapi ini kan hanya solusi sementara, tidak akan kuat menahan debit air besar apalagi kalau hujan turun dengan lebat," tambahnya.
Kondisi semakin berbahaya mengingat di dekat permukiman terdapat titik pertemuan aliran air dengan kapasitas besar. Beberapa bangunan warga, termasuk milik Ibu Uca dan warga lainnya, kondisinya sudah berada di tepi jurang atau dikatakan "menggantung" karena tanah di bawahnya sudah terkikis habis. Warga sangat khawatir jika air sungai meluap, seluruh pemukiman bisa hanyut terbawa arus, apalagi mengingat maraknya peristiwa banjir bandang yang menimpa daerah lain belakangan ini.
Warga juga menyayangkan janji manis yang belum terbukti. Dulu sempat dijanjikan pembangunan tanggul akan dimulai awal tahun ini, namun hingga kini tidak ada tanda-tanda pelaksanaan di lokasi.
"Dulu pihak desa berjanji akan membangun benteng awal tahun ini, tapi mana buktinya? Sampai sekarang kosong. Kami sudah menunggu empat tahun, kami mohon Pemerintah Desa Pasir Erih segera tangani ini sebelum terlambat. Jangan hanya bicara, tapi buktikan dengan tindakan nyata demi keselamatan kami semua," pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi maupun tanggapan yang disampaikan oleh pihak pengelola Desa Pasir Erih terkait keluhan dan tuntutan warga tersebut. Warga berharap permasalahan ini segera mendapatkan perhatian serius, mengingat nyawa dan harta benda seluruh penghuni Kampung Dukuh Menteng terancam setiap saat.
Red.
